Showing posts with label restoran. Show all posts
Showing posts with label restoran. Show all posts

Saturday, February 27, 2016

Grand Aston Jl Urip Sumohardjo Yogyakarta, Berenang bersama Papa Roll

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-aston-renang-yogya-soup-zuppa
Tualang renang kali ini masih mencari kolam yang menyediakan makanan yang hangat. Saya memang cenderung memilih berenang tidak di kolam renang umum dengan beberapa pertimbangan. Harus masih buka seusai jam kerja, airnya tidak kotor dan musti bisa nyaman bersama keluarga. Membawa serta anak dan suami (yang tidak ikutan berenang) tentu membuat pilihan kolam renang jadi tak terlalu bebas. Oleh karena itu saya mencari kolam yang bisa duduk nyaman saat menunggu, sukur-sukur sekalian yang menyediakan cemal cemil buat ganjal perut si kecil.

Kali ini pilihan saya jatuh di Grand Aston di Jl Urip Sumohardjo Yogyakarta (dahulu terkenal dengan sebutan Jalan Solo) . Lokasinya di pusat kota dan terletak di ruas jalan yang menjadi pusat perbelanjaan sejak tempo dulu. Penataan area dalam di hotel ini menurut saya bersih dan mewah, mulai dari pemilihan bahan kursi di lobby, penggunaan kaca besar yang seolah membuat ruangan nampak luas sehingga taman hijau diluar lobby kelihatan menyegarkan pandangan. Dan yang paling saya suka.... ada banyak ayunan kokoh yang empuk dan cantik dengan kain-kain berumbai yang membuat betah duduk berayun.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-aston-renang-yogya-soup-zuppa

Aroma hotel ini juga harum yang tercium hingga kami keluar di lantai 3 menuju kolam renang outdoor. Kolam berukuran cukup besar dengan kedalaman 140 cm. Terlindung atap hotel, terdapat kolam renang anak berkedalaman 80 cm. Kolam anak dan dan kolam dewasa hanya dibatasi oleh tembok dengan penanda pelampung warna-warni yang mengapung di permukaan air. Bagi yang belum mahir berenang, hotel ini menyediakan pelampung ukuran anak-anak, juga tali keselamatan.

Untuk berenang, tamu non penghuni dikenakan biaya sebesar 50 ribu rupiah, dan hanya mendapatkan fasilitas handuk. Tiket dibayar dikasir spa. Di ruang spa yang seharusnya harum mewangi, kami malah mencium bau amis yang menusuk. Waktu saya sampaikan hal tersebut k petugas spa, rupanya ada tumpahan telur mentah di kursi yang belum sempurna dibersihkan.

Spa ini buka hingga jam 11 malam sedangkan kolam renang buka hingga jam 8 malam. Handuk dan kunci loker (jika membutuhkan) diambil di petugas Cinnamon Pool Bar yang terletak persis di samping kolam anak. Azan Magrib terdengar kala saya sudah beberapa saat berendam di air kolam yang dingin hingga membuat saya agak menggigil. Anak saya sudah duduk manis di kursi rotan berbentuk setengah lingkaran beralaskan  busa empuk dengan penutup biru yang bisa dinaik/turunkan. Angin yang bertiup agak dingin membuat suami saya memutuskan untuk memesan sup yang bisa menghangatkan perut si denok.  
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-aston-renang-yogya-soup-zuppa

Papa Roll Soup. Ini semacam zuppa soup tapi disajikan dengan cara yang unik. Mangkoknya terbuat dari roti panggang bulat yang dipotong sedikit dibagian atasnya. Mirip seperti penyajian kelapa muda yang dipapras bagian atasnya supaya bisa menjangkau daging kelapa. Berisikan krim kental yang terdiri dari bawang bombay, wortel, kentang, jamur, beef bacon dan sedikit daun kehijauan. Saya tak yakin apakah itu oregano, basil, atau thyme, yang jelas bukan seledri atau daun bawang. Sup ini sangat panas, jika tidak hati-hati lidah bisa terbakar karenanya. Melihat bentuk Papa Roll bread yang mirip kelapa muda, si denok langsung mengambil dan memakan bagian atasnya. Rasanya gurih, sangat cocok menjadi appetizer sore itu. Setelah ditambah pajak dan service charge, harga sop ini hampir menyamai tiket berenang saya.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-aston-renang-yogya-soup-zuppa

Lampu-lampu di dalam kolam mulai dinyalakan.. hari menjelang jam 7 malam namun masih banyak yang berdatangan untuk berenang. Meskipun airnya terasa dingin, tapi sangat bersih dan jernih dan tidak berbau kaporit atau bahan pembersih kolam renang. Kebersihan air kolam rupanya sangat dijaga oleh Grand Aston yang tentunya tidak ingin tercoreng reputasinya sebagai hotel bintang 5. Bisa juga karena hotel ini tergolong baru, mungkin diresmikan sekitar 3 tahun yang lalu.

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-aston-renang-yogya-soup-zuppa
Kamar bilas terletak di belakang poolbar, sayangnya hanya ada 1 kamar saja masing-masing untuk pria dan wanita. Kamar bilas ini mirip seperti kamar mandi hotel, luas dan dilengkapi dengan air panas. Kloset, wastafel dan shower serta kaca membuat saya betah berlama-lama. Untunglah saya masih tahu diri karena sadar sewaktu-waktu akan ada orang lain yang memerlukan fasilitas ini.

Thursday, February 25, 2016

Dixie Easy Dining Gejayan Yogya

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa


Cita-cita saya akhirnya tercapai! Sederhana sebenarnya, cuma pengen foto keluarga. Rumah yang kami huni ini nyaris tanpa hiasan foto, bahkan foto married aja tak kami pasang. Eh ralat ada 1 sebenarnya, tapi itupun bukan foto melainkan semacam kolase beberapa gambar sbg hadiah dari pengasuh anak saya pas ultah si denok ke-.3. Master foto utama sudah ada, tapi pengennya di-combine dengan foto almarhum mampap mertua. Masak gitu aja ga ada yang bisa, emang teknologi photoshop belum dipakai apa di studio2 foto sini? Gemes saya padahal beberapa foto studio (yang konon) ternama sudah kami datangi, tapi jawabannya selalu 'nggak bisa". Pada akhirnya setelah sedikit debat plus maksa-maksa, akhirnya ada satu studio foto yang bersedia merekayasa sebisa mereka. Kelar negosiasi komposisi dan harga, perut saya langsung terasa laparnya. Berhubung studio ini terletak di depan kampus UNY maka kamipun menuju ke arah Gejayan sebagai lokasi terdekat yang punya banyak penjual makanan. Dixie Easy Dining menjadi tujuannya.

Berlokasi di Jl Affandi no 40B Gejayan Yogyakarta, tempat ini menurut saya tak hanya asik buat nongkrong tapi juga buat makan karena menyediakan banyak pilihan, seperti menu Indonesia, Oriental, Western & Jepang. Cocok banget dengan tagline-nya : easy dining. Wifi gratis dengan sinyal kuat juga menjadi magnet bagi para anak muda yang merupakan mayoritas pengunjung tempat ini. Parkiran luas tersedia di halaman belakang. Tempat duduk juga banyak pilihan, mau di lantai bawah atau di lantai atas. Bedanya, kalau lantai bawah non AC sedangkan lantai atas full AC.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa

Awalnya kami memilih untuk duduk di lantai atas, tapi pas kami membuka pintu dan melangkah masuk.. brrr... uhuk.. rupanya tempat duduk smoking dan non smoking ada di satu lantai, hanya beda ruangan tapi tanpa sekat! Kabur deh kami ke lantai bawah, memilih duduk berteman angin dan kericik gerimis sore.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa

Begitu duduk kami langsung disodori 3 buah buku menu yang berbeda. Rupanya tempat ini merupakan kompilasi (cie) dari 3 rumah makan yang berbeda yaitu Dixie (menjual mayoritas menu makanan Indonesia), Warung Pasta (makanan Italia) dan Warung Kopi Sruput (cafe). Kami memilih beberapa jenis makanan, Hainam Duck Rice, Beef Dice with Sweet Sauce & Chessy Freezy Pasta. Sambil menunggu makanan utama, kami memilih fruit salad sebagai appetiser. Berhubung cuaca hujan dan terasa agak dingin, segelas milo hangat dan satu pot Mint Tea kami pesan sebagai minuman.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa

Fruit salad yang tersaji merupakan campuran beberapa jenis buah-buahan yaitu pepaya, melon dan semangka. Kami meminta supaya mayonaise dipisah, dan rupanya yang tersaji bukan hanya mayo melainkan campuran dari mayonaise, sedikit susu kental manis putih dan Thousand Island dressing. Rasanya. yummy..
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa

Pesanan kedua yang diantar adalah untuk denok yang suka banget sama keju dan pasta. Oh iya, disini bisa memilih mau makan pasta yang mana, fusili, fettucini atau spaghetti. Jadilah sore itu spaghetti disajikan dalam balutan cream yang rasanya super creamy, guriiih banget. Rasanya sudah creamy, nyusu, gurih, masih ditambah potongan keju sebesar lidi yang crispy (kapan2 mau nyoba bikin crispy cheese ah..). Harga 17 ribu-an tak menjadi halangan untuk menikmati lezatnya pasta ini.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa

Sejak duduk hinga mengantar pesanan, kami hanya dilayani oleh 1 waiter. Dan selama itu pula tak henti dia mengukur kepuasan kami sambil menjelaskan apapun yang kami tanya (tepatnya, yang saya tanya hehe). Saat Duck Hainan Rice datang, dan kami (baca : saya) bertanya mengapa warnanya hijau, dengan sabar dia menjelaskan bahwa itu adalah warna dari sari daun bawang. Nasinya sendiri terasa gurih karena dimasak bersama kaldu. Dalam piring itu juga terhidang saus kecap kaldu, sambal dan saus madu. Pas dicicipi, nasinya agak terlalu berminyak. Saus coklatnya terasa agak pedas karena dicampur dengan jahe dan lada dan beberapa lembar daun coriander. Porsi nasinya untuk kami terlalu banyak, sehingga secara keseluruhan tampilannya malah jadi kebanting karena daging bebeknya terkesan cuma sedikit. Tapi mengingat ini adalah harga mahasiswa dan porsinya jumbo, hitungan akhirnya malah jadi murah.

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa
Pesanan saya datang juga, Beef Dice with Sweet Sauce, berupa nasi putih dengan sayuran brokoli-paprika hijau-jamur dan potongan daging sapi yang dimasak manis. Harganya juga kelas mahasiswa, muraah.. tapi kualitas dagingnya gak murahan. Bukan sejenis daging sop yang agak keras, tapi memakai daging yang lunak dan tak berlemak. Bagi lidah penyuka manis, pasti sweet sauce ini akan terasa nikmat, tapi sayang saya lebih suka asin jadi terasa seperti makan nasi pakai kecap.

Untuk menetralisir rasa eneg, kami memilih mint tea yang tersaji dalam poci hijau blirik khas Jogja. Rasanya sedap, tak seperti rasa mint tea yang biasa kami minum. Pas saya buka penutupnya, olala... rupanya bukan hanya daun mint yang menjadi bahan utama tapi ada juga kapulaga dan beberapa butir cengkeh. Pantas saja rasanya sedap dan nikmat.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa

Berhubung curah hujan gerimis cukup membuat basah, maka kali ini tak ada foto tampak luar bangunan. Dixie menawarkan suasana makan yang tenang dan cukup enak, meski ada beberapa LGBT yang wira wiri disini. Wajar saja karena pramusajinya juga ada yang seperti itu, jadi pengunjungnya juga pasti ada yang sejenis. Mayoritas pengunjung adalah anak muda, sore itu saya tak melihat ada keluarga muda atau pengunjung senior disini, bisa jadi karena kami datang masih belum terlalu malam. untuk kami, bolehlah menjadi referensi makan (cukup) murah meriah dengan akses wifi gratisan yang sinyalnya lumayan kencang..

Tuesday, February 23, 2016

Legenda Ayam Goreng Kalasan, mbok Berek Candisari

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-ayam kremes-mbok berek-yogya1
Siapa sih yang tak kenal dengan Ayam Goreng Kremes? Gurihnya daging ayam dan kremesannya yang kriuk-kriuk bisa membuat orang jadi ketagihan. Nah, belum lama ini saya mampir ke rumah makan yang menjadi legenda ayam goreng di Jogja. Ayam Goreng Mbok Berek.  

Jaman saya masik kecil di pertengahan 80-an, ibuk saya suka sekali mengajak kami bersantap di tempat ini. Rupanya jaman itu alm. bu Tien Suharto juga sering kesini, terlihat dari foto-foto beliau yang terpampang di area resto. Dan kini saat saya datang kembali sambil mengajak anak saya, rasanya seperti dejavu tapi dalam posisi sebagai ibu.

Sejak lama saya penasaran mengapa tempat makan ini dinamai mbok Berek. Dan inilah kisah yang saya dapatkan saat berkunjung kembali kesana.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-ayam kremes-mbok berek-yogya1

Diawali dengan cerita tentang seorang gadis bernama Nyi Rame yang menikah dengan Ki Ronodikromo lalu dikaruniai enam orang anak. Ibu muda ini berjualan ayam goreng dirumahnya di daerah Candisari Kalasan Yogyakarta. Sebagai istri, pengusaha dan ibu tentu saja membuat rumah Ni Ronodikromo selalu meriah. Pada suatu hari, seorang anaknya menangis menjerit-jerit (jawa=nangis berek-berek) hingga membuat kehebohan. Sejak itu Ni Rono mendapat julukan baru, yaitu mbok Berek. Julukan ini lalu berkembang menjadi trademark yang membuat resep ayam gorengnya melegenda hingga dipatentkan. Resep inipun diturunkan ke anak cucunya semisal ayam goreng Ny Suharti yang merupakan generasi ketiga Mbok Berek.

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-ayam kremes-mbok berek-yogya1
Rumah makan yang kami singgahi ini dikelola oleh ibu Noor, generasi ketiga Mbok Berek. Tampilan dari luar nampak gersang karena persis di pinggir jalan. Ada sedikit pohon yang kalau di desa saya disebut teh-tehan di dekat andong (delman/dokar) yang dulunya merupakan sarana transportasi keluarga ini. Masuk ke dalam rumah, ada gebyok ukiran yang terbuat dari kayu jati, bahkan mayoritas furniture di ruangan ini berbahan kayu jati. Memang ini dahulu adalah rumah tinggal yang halamannya sudah menciut karena kena pelebaran jalan raya.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-ayam kremes-mbok berek-yogya1

Kami memesan setengah porsi ayam kremes, lalapan dan gudeg biasa. Sambil menunggu hidangan, si denok dan saya bermain kursi goyang yang terletak di depan kolam ikan. Terlindung dari matahari, diterpa angin semilir berhembus, duduk bergoyang semakin nyaman sambil mendengar kicauan burung-burung peliharaan di dalam sangkar yang tergantung di beberapa tempat. Tidak heran saat kami masuk ke dalam rumah makan, ada 2 karyawan yang sedang tertidur pulas di kursi panjang karena sepi pengunjung.

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-ayam kremes-mbok berek-yogya1
Mengingat semua jenis makanan yang ada di dalam menu sudah siap saji, maka pelayanannya sangat cepat. Ayam kampung yang kami pesan berukuran kecil tapi lengkap mulai kepala hingga kaki, disajikan dengan sedikit taburan kremesan. Meski ukurannya kecil, rasanya sangat gurih. Menurut penjelasan bapak pelayan, ayam ini diolah cukup lama, bahkan tulang ayamnya saja hampir transparant dan hilang isi sumsumnya. Dimasak demikian lama tidak membuat jadi overcooked, tetap kenyal bahkan bumbunya merasuk ke dalam daging.

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-ayam kremes-mbok berek-yogya1
Kami sengaja memesan gudeg mengingat ini adalah legenda rumah makan Jogja, jadi siapa tahu rasa gudegnya juga istimewa. Sayang sekali, jangankan dibandingkan gudeg wijilan, rasa dan tampilan gudeg mbok Berek saja kalah dengan gudeg angkringan. Gudeg yang kami santap lebih mirip sayur nangka (jangan gori asat). Teksturnya terlalu basah jika mau dinamai gudeg, dan rasanya malah gurih. Gudeg yang biasa saya makan selama ini teksturnya kering dan rasa manisnya sangat dominan, seperti makan gula hehehe..
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-ayam kremes-mbok berek-yogya1

Ada satu hal lagi yang membuat kami kurang tenang selama makan ditempat ini, yaitu banyaknya kertas peringatan kejahatan yang tertempel sejak dari luar gedung hingga dekat kasir. Makan sambil bolak balik ngecek kendaraan membuat mood jadi hilang. Saat saya tanyakan alasannya, rupanya sudah lama tempat ini menjadi incaran kejahatan pencurian barang di dalam mobil dengan modus pecah kaca. Terakhir kejadian sehari sebelum kami mampir, untung terpantau dari kamera CCTV sehingga dapat langsung dipergoki meski penjahatnya kabur duluan.
Baiklah mbok Berek.. setidaknya kami sudah sedikit mengenal tentang legenda itu meski harus merogoh kocek cukup dalam dan makan dengan hati tak tenang.

Banyu Mili Country Club Godean Yogya, Udang dan Wisata Kolam Renang

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-banyu mili-yogya-renang dan udang
Kali saya akan memenuhi janji untuk bercerita tentang kolam renang di Yogya. Sejak dinyatakan menderita saraf kejepit saya jadi sering berkunjung ke kolam renang, demi kesembuhan. Jujur saya ini sebenarnya tidak mahir berenang. Lama sudah waktu berlalu, terakhir kali nyemplung kolam renang itu seingat saya belasan tahun yang lalu, jaman masih suka nebeng ponakan belajar renang di Mall Pondok Indah. Sekarang ponakan saya sudah hampir lulus kuliah.  Dulu saja saya masih belum lancar berenang. Lah sekarang harus berenang lagi, sudah lupa saya caranya hehehe..

Sejak menderita sakit HNP, semua dokter dan para praktisi yang pernah saya temui selalu menyarankan untuk berenang. Saya tanya mengapa, penjelasan mereka bervariasi, tapi intinya kurang lebih begini.  Manusia berjalan dengan tubuh tegak menggunakan 2 kaki, melawan gaya gravitasi. Saraf yang terjepit oleh tulang punggung akan terasa semakin sakit akibat gaya gravitasi memberi beban tambahan pada tulang yang menekan saraf tersebut. Untuk meringankan sakitnya, maka penderita HNP harus beraktivitas melawan gravitasi, misalnya di dalam air. Selain meringankan sakit, gerakan berenang juga dapat menguatkan saraf. Dengan berenang, maka otot seluruh tubuh akan terlatih. Terutama otot punggung menjadi lebih besar, lebih kuat dan lebih mampu menahan rasa sakit yang diderita. Hmmm.. masuk akal kan?

Okelah sekarang saya sudah komit untuk belajar berenang lagi. Tapi gaya apa yang harus saya pelajari? Belajar dari siapa? Saya masih perlu bantuan supaya bisa terbebas dari papan renang. Dan yang menyedihkan, saya ga punya baju renang, hiks pengen nangis rasanya... Semua perlengkapan renang saya masih tersimpan rapi sejak saya pindahan ke Jogja, tapi begitu koper dibuka, semua karet di baju sudah tak lagi elastis. Kacamata renang minus yang saya simpan juga sudah remuk redam. Ah tapi itu tak menyurutkan niat saya yang pada akhirnya berenang lagi setelah sekian tahun meskipun harus belanja lagi (sorak gembira dalam hati yeeay..)
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-banyu mili-yogya-renang dan udang

Kolam renang Banyu Mili di jalan Godean Yogyakarta

Ini adalah destinasi pertama, dimana saya menemukan pengajar yang waktunya pas dengan jadwal kerja saya. Namanya pak Harjono. Beliau bersedia memberikan privat sebanyak 8 kali pertemuan dengan biaya 480 ribu, atau 60 ribu per pertemuan. Pak Jono berbadan gempal dan cukup sabar mengajari saya. Karena sudah mempunyai dasar, jadi saya minta pak Jono supaya memoles saja dan mengajarkan gaya bebas.

Renang gaya dada dan gaya bebas sangat baik untuk penderita HNP, sedangkan gaya yang tidak dianjurkan adalah gaya kupu-kupu. Kami berlatih selalu di Banyu Mili, sebuah kolam renang yang sebenarnya adalah Restoran dan pemancingan. Perpaduan bisnis yang sempurna, usai lelah berenang bisa langsung bersantap makanan hangat.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-banyu mili-yogya-renang dan udang

Kolam renang ini buka sejak pukul 7 pagi dan tutup jam 6 sore dengan HTM Rp. 20.000,-. Sebenarnya mau berenang usai jam 6 sore juga tidak dilarang sih, namun gelap karena tidak ada lampu penerangan di dalam air. Kolam renangnya terbagi menjadi 2 area, 1 kolam kecil untuk anak-anak, Wahana Water Byur namanya. Kolam bulat dengan kedalaman 50 cm dengan prosotan dan hiasan patung-patung air mancur. Ada lagi 1 kolam besar yang mengelilingi area dalam restoran dengan kedalaman bervariasi. Kedalaman kolam maksimal 140 cm, sangat cocok buat saya yang masih pemula.

Berdasarkan pengalaman pribadi sebaiknya jangan berenang disini pada hari Minggu, karena di hari Minggu sore banyak kotoran yang melayang-layang didalam air. Menurut penjaga kolam, airnya disaring setiap malam tapi entah mengapa air hari Sabtu sedikit lebih bersih dari hari Minggu. Bisa jadi karena pengunjungnya sangat ramai mengingat HTMnya yang murah meriah. Bahkan sebenarnya bisa gratis (kalo nggak malu) jika kita adalah pengunjung resto yang sudah selesai makan dan kebetulan pengen ikutan berenang.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-banyu mili-yogya-renang dan udang

Banyumili menyediakan 2 lokasi ruang bilas tanpa air panas, tapi sebaiknya jangan menggunakan kamar bilas yang dekat dengan kolam anak-anak.  Mengapa? Pernah sekali ada pria yang masuk ke ruang bilas wanita dengan alasan memandikan anak perempuannya.Widihh.. bikin heboh deh.. Ruang bilas satu lagi terletak dekat kolam air dalam. Lebih sepi dan aman karena mayoritas pengunjung memakai toilet yang dekat kolam anak.

Beberapa kali berenang ke Banyumili sudah tak terhitung menu yang pernah kami pesan tapi tak bisa saya dokumentasikan. Lha, saya lagi di dalam air je, gimana mau motretnya.. Khusus di sesi latihan terakhir, sengaja saya pesan suami supaya memotret dahulu sebelum disantap. Kali ini kami memesan seporsi bihun goreng seafood dan udang asam manis.

Bihun goreng yang disajikan porsinya bisa untuk berdua untuk ukuran perut standar perempuan. Terhidang  dengan cincangan daging udang dan cumi serta telur dadar. Potongan bakso dan daging ayam serta sayuran juga ditambahkan supaya rasanya semakin nendang. Tak heran jika denok kecil saya lahap sekali menyantapnya.

Saya pribadi lebih suka udangnya. Bukan suka pada cara memasak atau bumbu yang dipakai, melainkan karena udangnya adalah hasil penangkaran sendiri. Rasa dagingnya manis dan udangnya gendut-gendut meski kami pilih jenis udang ukuran standar. Kami biasa belanja bahan seafood di TPI (tempat pelelangan ikan) di pinggir pantai selatan. Jadi saya sangat mengenal rasa manisnya udang segar. Terlebih jika udang segar dimasak dengan saus asam manis seperti yang sekarang tersaji. Tampilan udangnya yang merah merona dengan rasa asam berbalut rasa manis terasa pas di lidah saya meski sedikit kerepotan memisahkan kulit, kepala dan kaki-kaki udang saat menyuapi si denok yang masih belum merasa kenyang .
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-banyu mili-yogya-renang dan udang

Harga makanan di Banyu Mili  memang cukup mahal, tapi menurut saya masih pantas dibayar untuk sebuah kenikmatan yang bernama udang segar.

Tuesday, December 1, 2015

Agrowisata Sondokoro, Kereta Uap dan Ikan Nila


Melanjutkan edisi jalan-jalan ke kota Solo, usai berkulineran di Galabo, esok harinya kami berkunjung ke sebuah tempat wisata yang cukup unik. Banyak kereta kuno, wahana permainannya bisa dinikmati anak-anak hingga orang dewasa, dan dijamin pasti akan berkesan buat denok kecil kami secara keseluruhan. Apa coba?
Siang itu kami berkunjung ke pabrik gula.

Halah, cuma pabrik gula doang? Bukaaan... justru kami tidak masuk ke dalam area pabriknya karena musim giling tebu sudah selesai, namun di sekitar area pabrik gula ini terdapat Agrowisata Sondokoro, yang terkenal dengan kereta uap kunonya.

Kereta Uap? Wuiih asik sekali..
Jelas.. karena lokomotif kereta ini bertahun 1900-an, mesinnya buatan Jerman dan masih sanggup menarik gerbong hingga sekarang, tahun 2015. Luar biasa!

Agrowisata Sondokoro terletak di desa Sondokoro yang sekarang sudah berganti nama menjadi desa Ngijo, di kecamatan Tasikmadu kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. 

Menurut legenda, dahulu terdapat Padepokan Padas Plapar yang mempunyai banyak murid, antara lain Sondo dan Koro. Usai wisuda, mereka kembali ke desa masing-masing. Masa itu ada seorang tumenggung bernama Joko Lelono yang gemar berburu di hutan. Saat berburu dia berjumpa dengan kyai Sondo beserta anak perempuannya yang cantik, Sri Widowati. Sang Tumenggung menyukainya,lalu meminangnya dan berjanji akan menjemputnya pada hari Senin Legi.
Esok harinya, si Tumenggung berburu lagi di hutan dan saat mengejar buruannya dia melihat seorang gadis yang berlari menghindar. Gadis ini anaknya Kyai Koro dan sang Tumenggung pun meminang anak gadis ini pula.

Ternyata, kedua gadis tersebut bersahabat. Akhirnya timbul perselisihan diantara mereka yang merembet ke ayah masing-masing. Terjadilah pertarungan antara kyai Sondo dan kyai Koro selama 40 hari 40 malam. Karena ilmunya seimbang, tak ada yang kalah dan tak ada yang menang. Akhirnya untuk memperingati hal tersebut, lokasi perkelahian mereka dinamakan Sondokoro. Tak diceritakan lagi bagaimana akhir cinta segitiga itu. Saat KGPAA Mangkunegara IV mendirikan pabrik gula, nama daerah ini diubah menjadi Tasikmadu dengan harapan hasil produksinya akan melimpah bagaikan danau madu. Untuk mengenang sejarah, pihak PG Tasikmadu kemudian memberi nama Agrowisata ini Sondokoro supaya masyarakat teringat asal mulanya Tasikmadu.

Saat melintasi jembatan Bengawan Solo, kami menghitung Agrowisata ini hanya berjarak sekitar 9 kilometer jauhnya. Lokasi Agrowisata menyatu dengan areal pabrik gula Tasikmadu. Pabrik gula ini masih berfungsi, bahkan pada bulan Mei-Oktober, pengunjung diperkenankan menyaksikan proses penggilingan tebu hingga pemurniannya menjadi gula. Demi keamanan, biasanya anak-anak tidak diperkenankan masuk karena banyak mesin raksasa yang deru suaranya mungkin terdengar menakutkan bagi mereka.

Selain wisata pabrik gula, di bagian luar pabrik, terdapat wahana yang sangat luas dengan berbagai permainan yang pasti menarik minat anak-anak. Dinaungi rindangnya daun-daun pepohonan yang tumbuh subur dan terawat baik, saya menemukan taman lalulintas bagi si denok yang hobi bermain mobil-mobilan. Ada juga kolam renang kecil bagi mereka yang suka main air, dan ada rumah pohon bagi yang suka memanjat. Bianglala, flying fox, trampolin, ayunan dan taman bisa dinikmati dengan bebas. Harganya pun sangaaaat murah. Tiket masuk 5 ribu per orang, dan tiket wahana mulai 5 ribu hingga termahal 9 ribu.


Berhubung kaki saya sakit akibat menderita HNP, jarak antara parkiran dengan wahana yang hanya sekitar 50 meter saja terasa jauh buat saya. Ditambah lagi areal wahana seluas 22 ha, mustahil saya jelajahi semua. Akhirnya kami memutuskan untuk berwisata kereta uap saja. Ada 4 macam kereta kuno yang kami temukan, namun hanya 3 jenis saja yang beroperasi. Pertama tama kami naik Spoor Gula dengan tiket seharga 6.000 per orang. Spoor Gula bermesin diesel ini dibuat pada tahun 1905. Lokomotif diesel dicat hijau dengan nomor seri TM.D.V, buatan Orenstein-Koppel Und Lubecker Maschinenbau Werk Dortmund. Stasiun Spoor Gula berada di sebelah timur taman Agrowisata Sondokoro. Jalurnya melingkari area Agrowisata, melewati depan Pabrik Gula Tasikmadu, masuk ke wilayah gudang, keluar melewati jalan raya kawasan wisata, perkantoran Pabrik Gula Tasikmadu, masuk ke rumah dinas administrasi dan berakhir di stasiun lagi.


Saat naik Spoor Gula kami berpapasan dengan kereta lain yang berbahan kayu bakar. Penasaran, akhirnya kami beralih ke stasiun Spoor Tebu. Kereta ini dibuat tahun 1901 dan merupakan kereta tertua disini. Jalur spoor melewati bagian selatan Agrowisata mulai dari penggilingan hingga belakang pabrik (pengemasan), melewati gudang menuju depan pabrik dan berakhir di taman parkir stasiun. Harga tiketnya seharga 9 ribu, sangat murah untuk ukuran kereta uap yang kuno dan antik seperti ini.

Kereta yang terakhir adalah Spoor Sakarosa, bermesin buatan Jerman pada tahun 1902. Harga tiketnya juga sama 9 ribu rupiah. Bahan bakarnya juga menggunakan kayu bakar. Rutenya paling jauh, melewati rumah dinas karyawan, melintasi terowongan, menyeberangi jalan hingga menembus gudang pabrik, memutar ke belakang pabrik dan melewati deretan lori yang biasa untuk mengangkut tebu saat musim giling hingga berhenti di stasiun kembali.

Ada satu kereta  namanya Spoor Classic yang memang tidak dioperasikan karena sangat istimewa. Spoor ini hanya ada 2 di dunia yaitu di Agrowisata Sondokoro dan satunya lagi di Norwegia. Dibuat tahun 1929 di Orenstein & Kopple, Howaves, Berlin. Biasanya dinaiki pejabat atau wisatawan luar negeri, sehingga tempat duduknya didesain mewah dan dilengkapi televisi.

Kereta uap ini semuanya dioperasikan dari tenaga uap yang bersumber dari sebuah ketel besar yang menampung sekitar 600 liter air. Air tersebut direbus dengan kayu bakar hingga mendidih dan menghasilkan uap. Uap tersebut digunakan untuk menggerakkan roda kereta sehingga kereta dapat berjalan. Sepanjang perjalanan, bapak masinis dan asistennya kadang masih harus menggergaji beberapa potong kayu bakar untuk menambah tenaga kereta. Jenis kayu yang dipergunakan merupakan campuran dari kayu trembesi, sengon dan karet. Sebelum bisa dioperasikan, kayu harus dibakar dulu selama kurang lebih 4 jam. Agrowisata ini buka sejak pukul 8 pagi jadi mereka sudah harius mulai mendidihkan ketel sejak pukul 4 pagi. Luar biasa.

Di depan stasiun Spoor Sakarosa saya menemukan penjual brambang asem, makanan khas Solo yang sudah hampir punah, namun sayang sekali jam 10 pagi sudah habis tak bersisa. Akhirnya usai berkeliling naik kereta, kami beristirahat di Griya Resto Bu Juwita. Ini merupakan resto pemancingan namun jenis ikan yang terhidang hanya ada 3 pilihan,  gurami, nila atau lele. Sistemnya porsian, jadi jika tak habis, ikan bisa dibungkus dibawa pulang. Sambil menunggu, pengunjung dapat memberi makan ikan peliharaan dengan palet ikan yang sudah dikemas dalam plastik kecil. 1 plastik palet ikan harganya 500 rupiah dan sifatnya tidak memaksa.

Siang itu kami memesan Nila goreng saja karena sudah kadung lapar. Seporsi berharga 40 ribu dan berisi 3 ekor ikan ukuran besar. Sedikit lalapan dan sambal menemani makan siang kami beserta semangkok sayur asam yang rasanya manis asem pedes menyegarkan. Rasa ikan dimana-mana standar, dan karena menggunakan ikan segar maka dagingnya terasa manis. Sambal plus lalapan dijual terpisah, dengan harga 3.500. Sayur asemnya pun berharga 3.500. 
Sayangnya udara di dalam resto ini sangat gerah, tak ada angin bertiup dan tidak tersedia kipas angin. Di ruangan dalam rumah sebenarnya adem karena merupakan rumah bergaya Belanda, namun auranya agak spooky jadi kami memilih duduk di luar saja.



Menurut saya konsep wisata yang ada di area Agrowisata Sondokoro ini sebenarnya sangat lengkap. Wisata edukasi diberikan ke pengunjung melalui pemaparan proses pembuatan gula, wisata tantangan disediakan melalui wahana flying fox dan jembatan gantung yang juga berfungsi untuk melatih keberanian anak-anak, wisata keceriaan melalui kolam renang, wisata kesehatan di kolam refleksi ikan, edukasi lalulintas di taman lalulintas dan terutama, wisata kuliner di resto dan beragam stand yang banyak tersebar di areal ini.




Saat hendak pulang, di dekat areal parkiran, terdapat beberapa penjual souvenir dan makanan khas Agrowisata Sondokoro. Kami membeli 2 macam snack yaitu grubi dan gapit.
Grubi terbuat dari ubi jalar yang diparut tipis memanjang dan dibentuk bulat menyerupai gumpalan benang. Setelah digoreng lalu diberi gula jawa. Teksturnya renyah ketika dimakan. Rasanya unik perpaduan manisnya ubi ditambah gula jawa asli. Selain memberi rasa, penambahan gula jawa selain juga untuk menghindari penggunaan pemanis buatan sekaligus berfungsi sebagai bahan pengawet tradisional sehingga Grubi pun sehat untuk disantap. 
Selain Grubi kami juga membeli Gapit. Makanan ini berbentuk bulat dan tipis dengan tekstur yang renyah. Menurut ibu penjualnya, Gapit terbuat dari tepung beras, telur dan gula yang dicetak tipis lalu dipanggang. Dibandingkan dengan Grubi, Gapit cenderung minimalis citarasanya
.