Showing posts with label jogja. Show all posts
Showing posts with label jogja. Show all posts

Saturday, February 27, 2016

Grand Aston Jl Urip Sumohardjo Yogyakarta, Berenang bersama Papa Roll

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-aston-renang-yogya-soup-zuppa
Tualang renang kali ini masih mencari kolam yang menyediakan makanan yang hangat. Saya memang cenderung memilih berenang tidak di kolam renang umum dengan beberapa pertimbangan. Harus masih buka seusai jam kerja, airnya tidak kotor dan musti bisa nyaman bersama keluarga. Membawa serta anak dan suami (yang tidak ikutan berenang) tentu membuat pilihan kolam renang jadi tak terlalu bebas. Oleh karena itu saya mencari kolam yang bisa duduk nyaman saat menunggu, sukur-sukur sekalian yang menyediakan cemal cemil buat ganjal perut si kecil.

Kali ini pilihan saya jatuh di Grand Aston di Jl Urip Sumohardjo Yogyakarta (dahulu terkenal dengan sebutan Jalan Solo) . Lokasinya di pusat kota dan terletak di ruas jalan yang menjadi pusat perbelanjaan sejak tempo dulu. Penataan area dalam di hotel ini menurut saya bersih dan mewah, mulai dari pemilihan bahan kursi di lobby, penggunaan kaca besar yang seolah membuat ruangan nampak luas sehingga taman hijau diluar lobby kelihatan menyegarkan pandangan. Dan yang paling saya suka.... ada banyak ayunan kokoh yang empuk dan cantik dengan kain-kain berumbai yang membuat betah duduk berayun.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-aston-renang-yogya-soup-zuppa

Aroma hotel ini juga harum yang tercium hingga kami keluar di lantai 3 menuju kolam renang outdoor. Kolam berukuran cukup besar dengan kedalaman 140 cm. Terlindung atap hotel, terdapat kolam renang anak berkedalaman 80 cm. Kolam anak dan dan kolam dewasa hanya dibatasi oleh tembok dengan penanda pelampung warna-warni yang mengapung di permukaan air. Bagi yang belum mahir berenang, hotel ini menyediakan pelampung ukuran anak-anak, juga tali keselamatan.

Untuk berenang, tamu non penghuni dikenakan biaya sebesar 50 ribu rupiah, dan hanya mendapatkan fasilitas handuk. Tiket dibayar dikasir spa. Di ruang spa yang seharusnya harum mewangi, kami malah mencium bau amis yang menusuk. Waktu saya sampaikan hal tersebut k petugas spa, rupanya ada tumpahan telur mentah di kursi yang belum sempurna dibersihkan.

Spa ini buka hingga jam 11 malam sedangkan kolam renang buka hingga jam 8 malam. Handuk dan kunci loker (jika membutuhkan) diambil di petugas Cinnamon Pool Bar yang terletak persis di samping kolam anak. Azan Magrib terdengar kala saya sudah beberapa saat berendam di air kolam yang dingin hingga membuat saya agak menggigil. Anak saya sudah duduk manis di kursi rotan berbentuk setengah lingkaran beralaskan  busa empuk dengan penutup biru yang bisa dinaik/turunkan. Angin yang bertiup agak dingin membuat suami saya memutuskan untuk memesan sup yang bisa menghangatkan perut si denok.  
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-aston-renang-yogya-soup-zuppa

Papa Roll Soup. Ini semacam zuppa soup tapi disajikan dengan cara yang unik. Mangkoknya terbuat dari roti panggang bulat yang dipotong sedikit dibagian atasnya. Mirip seperti penyajian kelapa muda yang dipapras bagian atasnya supaya bisa menjangkau daging kelapa. Berisikan krim kental yang terdiri dari bawang bombay, wortel, kentang, jamur, beef bacon dan sedikit daun kehijauan. Saya tak yakin apakah itu oregano, basil, atau thyme, yang jelas bukan seledri atau daun bawang. Sup ini sangat panas, jika tidak hati-hati lidah bisa terbakar karenanya. Melihat bentuk Papa Roll bread yang mirip kelapa muda, si denok langsung mengambil dan memakan bagian atasnya. Rasanya gurih, sangat cocok menjadi appetizer sore itu. Setelah ditambah pajak dan service charge, harga sop ini hampir menyamai tiket berenang saya.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-aston-renang-yogya-soup-zuppa

Lampu-lampu di dalam kolam mulai dinyalakan.. hari menjelang jam 7 malam namun masih banyak yang berdatangan untuk berenang. Meskipun airnya terasa dingin, tapi sangat bersih dan jernih dan tidak berbau kaporit atau bahan pembersih kolam renang. Kebersihan air kolam rupanya sangat dijaga oleh Grand Aston yang tentunya tidak ingin tercoreng reputasinya sebagai hotel bintang 5. Bisa juga karena hotel ini tergolong baru, mungkin diresmikan sekitar 3 tahun yang lalu.

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-aston-renang-yogya-soup-zuppa
Kamar bilas terletak di belakang poolbar, sayangnya hanya ada 1 kamar saja masing-masing untuk pria dan wanita. Kamar bilas ini mirip seperti kamar mandi hotel, luas dan dilengkapi dengan air panas. Kloset, wastafel dan shower serta kaca membuat saya betah berlama-lama. Untunglah saya masih tahu diri karena sadar sewaktu-waktu akan ada orang lain yang memerlukan fasilitas ini.

Friday, February 26, 2016

Neo+ Awana, pisang goreng & kolam renang

Cuaca Jogja lagi panas banget.. kadang mandi jam 8 malam saja air masih terasa hangat. Sumuknya itu lho bikin badan rasanya pengen terendam di dalam kolam. Dan kolam yang kami pilih sore ini terletak di lantai 1 Hotel Neo+ Awana yang beralamat di Jl Mayjen Sutoyo No 52 Mantrijeron Yogyakarta. Lokasinya ada di antara plengkung gading dan jokteng wetan.

Awana tergolong hotel baru karena peresmiannya dilakukan sekitar bulan Maret tahun 2015. Hotel ini dekat dari rumah (jelaas, di Yogya mah smua juga terasa dekat hehe..), Dahulu tiap kali melintas, kesannya nih hotel mewah amat ya..Eh ternyata itu cuma kesan dari luar saja...

Mewahnya hotel ini menurut pendapat saya bukan karena interior, pencahayaan lobby, atau material bangunan yang dipakai, melainkan karena lokasi dan areal yang terhitung sangat luas. Wilayah Jogja kota itu tidaklah luas dan dengan harga tanah yang selangit, maka  kemewahan hotel ini adalah investasinya pada kepemilikan lahan yang potensial untuk pengembangan lanjutan. Lobby utama terkesan sederhana dan minimalis, dengan deretan Front Office berwig sewarna uban. Belok kiri menuju lift, kami naik ke lantai 1 dimana terdapat kolam renang. Melewati restaurant Noodlenow Cafe, kami menemukan 2 kolam renang di lantai ini, untuk dewasa dan untuk anak-anak. Kedalaman kolam dewasa adalah 150 cm dan kedalaman kolam anak adalah 80 cm. Kolam-kolam ini berada di luar gedung (outdoor).

Penataan ruang di dekat kolam diperuntukkan bagi tamu hotel yang menikmati sarapan, oleh karena itu banyak meja dan kursi kayu yang ditata berjajar. Naik sekitar 5 anak tangga terdapat deretan kursi busa panjang berbahan rotan untuk bermalas malasan. Tentu saja tamu hotel bebas menggunakan fasilitas kolam renang ini, namun karena kami hanyalah tetangga kampung dan tidak menginap disini maka kami dikenai biaya sebesar 50 ribu rupiah. Sebenarnya ada 2 pilihan harga, yaitu 50 ribu atau 100 ribu. Fasilitas yang diperoleh adalah handuk dan snack (50 ribu) atau handuk dan nasi goreng (100 ribu), semuanya belum termasuk minum.


Kebetulan kami datang sudah hampir jam 17.30 dan ternyata kolam ini hanya dioperasikan sampai jam 18.00 saja. Tak ingin membuang waktu saya segera nyebur ke kolam. Itu sebabnya saya sampai lupa mengambil foto kolam renang. Foto yang saya pasang ini saya comot dari laman hotel Awana. Sore itu kebetulan hanya ada 1 tamu saja yang memakai fasilitas kolam renang, jadi saya cukup leluasa untuk bermain air. Airnya bersih dan jernih dengan dasar kolam berwarna biru. Tidak tercium bau klorin atau kaporit seperti yang ada di Banyu Mili. Kala saya masih di dalam kolam, bill dan snack diantarkan ke meja kami. Tentu saja tanpa minuman. Snacknya berupa 3 potong pisang goreng hangat yang ditaburi irisan keju cheddar dan dihias dengan buah strawberry segar. Dilengkapi dengan susu kental manis putih dan gula cair. Cukuplah untuk mengurangi kebosanan dsi denok saat duduk menunggu saya.

Terdorong hasrat ingin pipis, saya memutuskan untuk keluar dari kolam dan mencari toilet. Ohlala... rupanya untuk mencapai toilet saya harus menyeberangi restaurant menuju ke arah lift. Akhirnya saya sudahi saja acara sore itu dan membersihkan diri di kamar bilas yang disediakan. Bilik bilas ini berupa ruang terbuka dengan shower air dingin yang besar, tanpa pintu, jadi jangan harap bisa mandi. Di samping ruang bilas, terdapat 2 ruang untuk berganti baju, satu untuk cowok dan satu untuk cewek. Ruangan ini tanpa locker, tanpa shower dan di pintu dorongnya tak terpasang kunci. Mungkin maksudnya supaya bisa dipergunakan beramai-ramai maka tidak dipasangi kunci atau selot. Padahal lantai ruang ganti ini terletak lebih rendah dari ruang duduk dengan desain pintu yang menyisakan celah di atas kepala. Rasanya sungguh dagdigdug terlebih beberapa tamu dan karyawan hotel lalulalang di sekitar situ. Saran saya,jika hendak berenang di Neo+ Awana, sebaiknya jangan datang dan berenang sendirian, karena selain kurang aman mustahil bisa tenang membilas badan dan berganti baju.

Thursday, February 25, 2016

Dixie Easy Dining Gejayan Yogya

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa


Cita-cita saya akhirnya tercapai! Sederhana sebenarnya, cuma pengen foto keluarga. Rumah yang kami huni ini nyaris tanpa hiasan foto, bahkan foto married aja tak kami pasang. Eh ralat ada 1 sebenarnya, tapi itupun bukan foto melainkan semacam kolase beberapa gambar sbg hadiah dari pengasuh anak saya pas ultah si denok ke-.3. Master foto utama sudah ada, tapi pengennya di-combine dengan foto almarhum mampap mertua. Masak gitu aja ga ada yang bisa, emang teknologi photoshop belum dipakai apa di studio2 foto sini? Gemes saya padahal beberapa foto studio (yang konon) ternama sudah kami datangi, tapi jawabannya selalu 'nggak bisa". Pada akhirnya setelah sedikit debat plus maksa-maksa, akhirnya ada satu studio foto yang bersedia merekayasa sebisa mereka. Kelar negosiasi komposisi dan harga, perut saya langsung terasa laparnya. Berhubung studio ini terletak di depan kampus UNY maka kamipun menuju ke arah Gejayan sebagai lokasi terdekat yang punya banyak penjual makanan. Dixie Easy Dining menjadi tujuannya.

Berlokasi di Jl Affandi no 40B Gejayan Yogyakarta, tempat ini menurut saya tak hanya asik buat nongkrong tapi juga buat makan karena menyediakan banyak pilihan, seperti menu Indonesia, Oriental, Western & Jepang. Cocok banget dengan tagline-nya : easy dining. Wifi gratis dengan sinyal kuat juga menjadi magnet bagi para anak muda yang merupakan mayoritas pengunjung tempat ini. Parkiran luas tersedia di halaman belakang. Tempat duduk juga banyak pilihan, mau di lantai bawah atau di lantai atas. Bedanya, kalau lantai bawah non AC sedangkan lantai atas full AC.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa

Awalnya kami memilih untuk duduk di lantai atas, tapi pas kami membuka pintu dan melangkah masuk.. brrr... uhuk.. rupanya tempat duduk smoking dan non smoking ada di satu lantai, hanya beda ruangan tapi tanpa sekat! Kabur deh kami ke lantai bawah, memilih duduk berteman angin dan kericik gerimis sore.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa

Begitu duduk kami langsung disodori 3 buah buku menu yang berbeda. Rupanya tempat ini merupakan kompilasi (cie) dari 3 rumah makan yang berbeda yaitu Dixie (menjual mayoritas menu makanan Indonesia), Warung Pasta (makanan Italia) dan Warung Kopi Sruput (cafe). Kami memilih beberapa jenis makanan, Hainam Duck Rice, Beef Dice with Sweet Sauce & Chessy Freezy Pasta. Sambil menunggu makanan utama, kami memilih fruit salad sebagai appetiser. Berhubung cuaca hujan dan terasa agak dingin, segelas milo hangat dan satu pot Mint Tea kami pesan sebagai minuman.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa

Fruit salad yang tersaji merupakan campuran beberapa jenis buah-buahan yaitu pepaya, melon dan semangka. Kami meminta supaya mayonaise dipisah, dan rupanya yang tersaji bukan hanya mayo melainkan campuran dari mayonaise, sedikit susu kental manis putih dan Thousand Island dressing. Rasanya. yummy..
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa

Pesanan kedua yang diantar adalah untuk denok yang suka banget sama keju dan pasta. Oh iya, disini bisa memilih mau makan pasta yang mana, fusili, fettucini atau spaghetti. Jadilah sore itu spaghetti disajikan dalam balutan cream yang rasanya super creamy, guriiih banget. Rasanya sudah creamy, nyusu, gurih, masih ditambah potongan keju sebesar lidi yang crispy (kapan2 mau nyoba bikin crispy cheese ah..). Harga 17 ribu-an tak menjadi halangan untuk menikmati lezatnya pasta ini.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa

Sejak duduk hinga mengantar pesanan, kami hanya dilayani oleh 1 waiter. Dan selama itu pula tak henti dia mengukur kepuasan kami sambil menjelaskan apapun yang kami tanya (tepatnya, yang saya tanya hehe). Saat Duck Hainan Rice datang, dan kami (baca : saya) bertanya mengapa warnanya hijau, dengan sabar dia menjelaskan bahwa itu adalah warna dari sari daun bawang. Nasinya sendiri terasa gurih karena dimasak bersama kaldu. Dalam piring itu juga terhidang saus kecap kaldu, sambal dan saus madu. Pas dicicipi, nasinya agak terlalu berminyak. Saus coklatnya terasa agak pedas karena dicampur dengan jahe dan lada dan beberapa lembar daun coriander. Porsi nasinya untuk kami terlalu banyak, sehingga secara keseluruhan tampilannya malah jadi kebanting karena daging bebeknya terkesan cuma sedikit. Tapi mengingat ini adalah harga mahasiswa dan porsinya jumbo, hitungan akhirnya malah jadi murah.

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa
Pesanan saya datang juga, Beef Dice with Sweet Sauce, berupa nasi putih dengan sayuran brokoli-paprika hijau-jamur dan potongan daging sapi yang dimasak manis. Harganya juga kelas mahasiswa, muraah.. tapi kualitas dagingnya gak murahan. Bukan sejenis daging sop yang agak keras, tapi memakai daging yang lunak dan tak berlemak. Bagi lidah penyuka manis, pasti sweet sauce ini akan terasa nikmat, tapi sayang saya lebih suka asin jadi terasa seperti makan nasi pakai kecap.

Untuk menetralisir rasa eneg, kami memilih mint tea yang tersaji dalam poci hijau blirik khas Jogja. Rasanya sedap, tak seperti rasa mint tea yang biasa kami minum. Pas saya buka penutupnya, olala... rupanya bukan hanya daun mint yang menjadi bahan utama tapi ada juga kapulaga dan beberapa butir cengkeh. Pantas saja rasanya sedap dan nikmat.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-dixie-easy dining-hainan-gejayan-yogya-harga mahasiswa

Berhubung curah hujan gerimis cukup membuat basah, maka kali ini tak ada foto tampak luar bangunan. Dixie menawarkan suasana makan yang tenang dan cukup enak, meski ada beberapa LGBT yang wira wiri disini. Wajar saja karena pramusajinya juga ada yang seperti itu, jadi pengunjungnya juga pasti ada yang sejenis. Mayoritas pengunjung adalah anak muda, sore itu saya tak melihat ada keluarga muda atau pengunjung senior disini, bisa jadi karena kami datang masih belum terlalu malam. untuk kami, bolehlah menjadi referensi makan (cukup) murah meriah dengan akses wifi gratisan yang sinyalnya lumayan kencang..

Tuesday, February 23, 2016

Legenda Ayam Goreng Kalasan, mbok Berek Candisari

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-ayam kremes-mbok berek-yogya1
Siapa sih yang tak kenal dengan Ayam Goreng Kremes? Gurihnya daging ayam dan kremesannya yang kriuk-kriuk bisa membuat orang jadi ketagihan. Nah, belum lama ini saya mampir ke rumah makan yang menjadi legenda ayam goreng di Jogja. Ayam Goreng Mbok Berek.  

Jaman saya masik kecil di pertengahan 80-an, ibuk saya suka sekali mengajak kami bersantap di tempat ini. Rupanya jaman itu alm. bu Tien Suharto juga sering kesini, terlihat dari foto-foto beliau yang terpampang di area resto. Dan kini saat saya datang kembali sambil mengajak anak saya, rasanya seperti dejavu tapi dalam posisi sebagai ibu.

Sejak lama saya penasaran mengapa tempat makan ini dinamai mbok Berek. Dan inilah kisah yang saya dapatkan saat berkunjung kembali kesana.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-ayam kremes-mbok berek-yogya1

Diawali dengan cerita tentang seorang gadis bernama Nyi Rame yang menikah dengan Ki Ronodikromo lalu dikaruniai enam orang anak. Ibu muda ini berjualan ayam goreng dirumahnya di daerah Candisari Kalasan Yogyakarta. Sebagai istri, pengusaha dan ibu tentu saja membuat rumah Ni Ronodikromo selalu meriah. Pada suatu hari, seorang anaknya menangis menjerit-jerit (jawa=nangis berek-berek) hingga membuat kehebohan. Sejak itu Ni Rono mendapat julukan baru, yaitu mbok Berek. Julukan ini lalu berkembang menjadi trademark yang membuat resep ayam gorengnya melegenda hingga dipatentkan. Resep inipun diturunkan ke anak cucunya semisal ayam goreng Ny Suharti yang merupakan generasi ketiga Mbok Berek.

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-ayam kremes-mbok berek-yogya1
Rumah makan yang kami singgahi ini dikelola oleh ibu Noor, generasi ketiga Mbok Berek. Tampilan dari luar nampak gersang karena persis di pinggir jalan. Ada sedikit pohon yang kalau di desa saya disebut teh-tehan di dekat andong (delman/dokar) yang dulunya merupakan sarana transportasi keluarga ini. Masuk ke dalam rumah, ada gebyok ukiran yang terbuat dari kayu jati, bahkan mayoritas furniture di ruangan ini berbahan kayu jati. Memang ini dahulu adalah rumah tinggal yang halamannya sudah menciut karena kena pelebaran jalan raya.
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-ayam kremes-mbok berek-yogya1

Kami memesan setengah porsi ayam kremes, lalapan dan gudeg biasa. Sambil menunggu hidangan, si denok dan saya bermain kursi goyang yang terletak di depan kolam ikan. Terlindung dari matahari, diterpa angin semilir berhembus, duduk bergoyang semakin nyaman sambil mendengar kicauan burung-burung peliharaan di dalam sangkar yang tergantung di beberapa tempat. Tidak heran saat kami masuk ke dalam rumah makan, ada 2 karyawan yang sedang tertidur pulas di kursi panjang karena sepi pengunjung.

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-ayam kremes-mbok berek-yogya1
Mengingat semua jenis makanan yang ada di dalam menu sudah siap saji, maka pelayanannya sangat cepat. Ayam kampung yang kami pesan berukuran kecil tapi lengkap mulai kepala hingga kaki, disajikan dengan sedikit taburan kremesan. Meski ukurannya kecil, rasanya sangat gurih. Menurut penjelasan bapak pelayan, ayam ini diolah cukup lama, bahkan tulang ayamnya saja hampir transparant dan hilang isi sumsumnya. Dimasak demikian lama tidak membuat jadi overcooked, tetap kenyal bahkan bumbunya merasuk ke dalam daging.

www.jogja-jajan.blogspot.co.id-ayam kremes-mbok berek-yogya1
Kami sengaja memesan gudeg mengingat ini adalah legenda rumah makan Jogja, jadi siapa tahu rasa gudegnya juga istimewa. Sayang sekali, jangankan dibandingkan gudeg wijilan, rasa dan tampilan gudeg mbok Berek saja kalah dengan gudeg angkringan. Gudeg yang kami santap lebih mirip sayur nangka (jangan gori asat). Teksturnya terlalu basah jika mau dinamai gudeg, dan rasanya malah gurih. Gudeg yang biasa saya makan selama ini teksturnya kering dan rasa manisnya sangat dominan, seperti makan gula hehehe..
www.jogja-jajan.blogspot.co.id-ayam kremes-mbok berek-yogya1

Ada satu hal lagi yang membuat kami kurang tenang selama makan ditempat ini, yaitu banyaknya kertas peringatan kejahatan yang tertempel sejak dari luar gedung hingga dekat kasir. Makan sambil bolak balik ngecek kendaraan membuat mood jadi hilang. Saat saya tanyakan alasannya, rupanya sudah lama tempat ini menjadi incaran kejahatan pencurian barang di dalam mobil dengan modus pecah kaca. Terakhir kejadian sehari sebelum kami mampir, untung terpantau dari kamera CCTV sehingga dapat langsung dipergoki meski penjahatnya kabur duluan.
Baiklah mbok Berek.. setidaknya kami sudah sedikit mengenal tentang legenda itu meski harus merogoh kocek cukup dalam dan makan dengan hati tak tenang.